Muhamad Ridwansyah
Tanpa Ayah
Novel ini bercerita tentang masa kecil saya yang fatherless. Saat terbit pada 2016, ia terjual hingga 100 eksemplar. Banyak pembaca yang terinfluence untuk menulis buku pengalaman hidupnya. Kini, buku Tanpa Ayah sudah tidak dapat dicetak ulang.
Pagi Ini Masih Ada Ibu
Katakanlah sekuel dari novel sebelumnya. Membahas soal diri saya yang telah dewasa, kenal dengan apa itu kerelaan dan cinta. Tidak ada ayah tidak apa-apa, karena yang paling penting adalah disaat selesai salat subuh, saya bersyukur bahwa pagi ini masih ada ibu.
Panduan Nekat Nulis Buku Pengalaman Hidup
Saya yakin bahwa, ada banyak orang yang tertarik ingin menuliskan pengalaman hidupnya melalui sebuah buku. Tapi mungkin bingung memulainya gimana, nulisnya seperti apa, nerbitinnya kemana, dll. Nah lewat ebook ini dipandu semuanya sehingga kamu pasti bisa, bahkan siap saya bantu sampai terbit.
Penulis Garut
Ini adalah media pertama yang saya buat dan terbilang sukses. Membuka layanan penerbitan indie sejak 2020, membuat banyak penulis lokal yang akhirnya resmi melahirkan karya pertamanya. Selain itu, Media Penulis Garut juga melayani jasa review buku, total 100 lebih buku telah berhasil direview. Kredibilitas MPG dapat distalking lewat instagram @penulisgarut.
Penulis Otomotif
Lewat media inilah, meskipun branding di sosial media masih kurang, saya dapat hidup dengan tenang. At least secara finansial. Kenapa? Karena Media Penulis Otomotif dibutuhkan banget layanan-layanannya oleh pebisnis yang bergerak di bidang rental mobil.
Sheri Story
Hasil dari mengurus media pertama, saya dapat jodoh. Berawal dari nawarin jasa review buku, lalu ketemuan dengan penulisnya, eh sekarang doi jadi istri. Cerita lengkapnya dapat dibaca melalui situs Sheri Story. Di media ketiga ini, saya berbagi cerita dan opini terkait pernikahan.
Sedang Baca Buku Slow Living Journal
Sepanjang membaca buku ini, Janeera Amba (selaku penulis) sukses mengajak pembaca untuk melakukan jurnal harian guna menjalani hidup dengan slow, namun tetap terarah. 75% lagi bakal rampung saya baca.
Urban Farming di Pekarangan Rumah
Sudah hampir 1 tahun saya tinggal di sebuah perumahan yang cukup dekat ke kota. Di pekarangan rumah, ada lahan yang kosong. Saya gunakan lah untuk berkebun sayuran. Sudah panen berkali-kali. Sudah menjadi rutinitas setiap hari untuk menambah ketahanan pangan.
Netflixan bersama Istri
Setiap siang dan malam hari, saya dan istri kerap menonton film atau series di Netflix. Nah, baru-baru ini kami suka serial Luka, Makan, Cinta. Untuk itu, saya sengaja menyematkan sampulnya di situs ini dalam rangka merekomendasikan pada Anda yang sedang mampir.
Prinsip Hidup
Berkaca dari orang-orang sekitar, betapa jengkel mereka berhadapan dengan utang dan cicilan. Maka dari itu, saya lebih baik dianggap terlambat atau dinilai tidak memiliki apa-apa ketimbang harus berutang dan nyicil sesuatu.
Gaya Hidup
Setelah finansial lumayan membaik, saya langsung mengaplikasikan gaya hidup slow living. Tinggal di lingkungan yang baik, berkebun, menikmati momen-momen kecil dalam hidup. Rasanya menyenangkan.
Kutipan Favorit
"Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Rabb-Mu dengan hati yang puas lagi di-ridhai-Nya! Kemudian masuklah ke dalam (jamaah) hamba-hamba-Ku, Dan masuklah ke dalam surga-Ku! ". (Q.S Al-Fajr 27-30)